Langsung ke konten utama

Maka Nikmat Tuhan Kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semburat cahaya di ufuk timur. Menghiasi cakrawala alam yang masih diselubungi embun penyejuk jiwa. Keindahan yang tak bisa ditukar dengan apapun. Sungguh keindahan pagi penggambar akan sebagian kekuasaan tuhan yang tak tertandingi. Al hamdulillah hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya pagi dan yang lebih utama kita diberi kesempatan untuk menghirup O² yang berlimpah ruah di bumi ini tanpa dipungut biaya sepeserpun. Patutlah kita bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan! Maka Nikmat Tuhan Kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saksi Bisu

Musim gugur akan selalu indah baginya. Dimana ia bisa merasakan indahnya daun yang berguguran. Kesejukan menyeruak dalam hirupan. Ketenangan jiwa yang menyelimuti terasa tak ada beban yang diemban. Musim ini akan selalu menjadi bagian terpenting bagi Alya. Bongkahan kenangan yang membuatnya lebih baik terdapat dalam musim ini. Alya Min Ho adalah mahasiswa di Universitas Hanguk. Ia bertempat tinggal di Seoul bagian Selatan. Gadis berambut hitam legam dan memiliki warna lensa biru ini merupakan darah campuran antara Indonesia dan korea. Ibunya berasal dari Jakarta, Indonesia. Sedangkan ayahnya memang asli orang Seoul,Korea. Hampir dua tahun ia tingal di Korea. Seoul kota yang ia pilih untuk berhijrah dari Indonesia. Tempat ini terkenal dengan keindahan musim gugurnya. Disamping itu ia ingin lebih dekat dengan ayahnya yang bernama Park Min Ho. Sebenarnya ia sangat senang tinggal di Indonesia, bahkan ia tidak ingin meninggalkan tempat kelahirannya. Alya bangga terhadap negeri bak tana...

Melangkahkan Kaki untuk Pergi

• Identitas Buku Judul Novel : Pergi (Dwilogi Novel Pulang) Pengarang         : Tere Liye Jumlah Halaman : 455 Halaman Penerbit                 : Republika Tahun terbit : April 2018 • Sinopsis Pergi merupakan judul novel dwilogi dari Pulang. Novel ini merupakan kelanjutan dari  kisah petualangan Bujang yang memiliki nama asli Agam. Dulu, ia mencari sebuah arti makna pulang dalam jati diri dan hakikat kehidupan melalui perjalanan panjang. Bujang berhasil menemukannya, “Sejauh apapun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang” ujarnya. Bujang tidak hanya pulang bersimpuh di pusara Mamak dan Bapaknya saja, tetapi ia juga pulang kepada panggilan Tuhan. Adapun novel Pergi yang merupakan lanjutannya, menceritakan sebuah kisah tentang menemukan tujuan kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan di masa lalu. Serta pertarungan hidu...

Kembalinya Lenteraku

Kenyataan yang tak bisa ia pungkiri. Sejatinya dialah yang membutuhkan seseorang bak mentari yang menyinari kehidupan. Dulu, sekarang, dan esok ia tetap sama. Berjalannya sang waktu tak mengubah dirinya. Ia tetap seorang anak lelaki yang hidupnya dipenuhi dengan kesepian. Harta benda tidak menjadi tolak ukur kebahagian seseorang. Itulah kalimat yang selalu terbersit didalam benak Dio Alexandra. Bagaimana ia tidak merasa kesepian? Hidupnya saja selalu sendiri, pendiam, tidak pernah berbaur, mungkin 'kuper' (kurang pergaulan) bisa dijadikan julukannya.   Kesepian yang dilanda oleh Dio tidak dijadikan sebagai problem bagi dirinya. Ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut, karena sejak kecil dia sudah terbiasa sendiri. Pagi sebelum Dio kecil bangun, papanya sudah berangkat, datangnya selalu malam, itupun Dio sudah tidur. Memang ia tidak sendiri di rumah, tapi ia ditemani dengan Bi Inem yang membantu Dio memenuhi kebutuhannya. Hanya sebatas memenuhi. Hidupnya selalu dihabiskan...